Langsung ke konten utama

KRONOLOGI TEWASNYA GADIH CANDUANG ITU


Canduang - Ahad, 29 Juli 2012

Seorang peziarah berdoa di Maqam
Dari pengamatan HN di rumah duka pada pagi Ahad (29/07), nampak masyarakat berbondong-bondong laki-laki perempuan, tua dan muda datang berziarah memenuhi rumah Asasudin Angku Pangeran (70 th) yang terletak di Umpuak Rawang jorong Canduang Guguak Katiak nagari Canduang Koto Laweh sehubungan dengan peristiwa pembunuhan yang menimpa anak gadisnya "Fit" (27 th) siang kemaren Sabtu (28/09) di pancoran tempat mandi yang terletak di Lurah sungai Ampuah yang tidak jauh di belakang rumahnya.

Motor dan mobil berjejeran parkir di jalan raya depan rumahnya. Bukan hanya karib-kerabat yang datang membezuk namun juga masyarakat lain yang merasa simpati dengan peristiwa yang menimpa anak bungsunya yang belum disentuh ijab-qabul itu hingga ditemukan tewas mengenaskan tertelungkup tampa pakaian di batu takan pancoran di dalam lurah sungai Ampuah. 

Rumah Duka di Rawang
Asasudin Angku Pangeran nampak tabah dikelilingi peziarah, namun sang ibu "Lis" (60 tahun) nampak shock berat. Ia sering memanggil-manggil nama anak gadis yang tidak pernah bepisah dengannya sejak kecil itu. Sedangkan abang korban seperti tidak tenang, nampak raut dendam di wajahnya tidak terima dengan perlakuan keji itu. Nilai kerugian barang yang dirampas dari korban ditaksir 9 juta rupiah.

Pakiah, salah seoarang anggota Parik Paga di Nagari Canduang Koto Laweh dan berstatus sebagai Sumando di rumah duka menerangkan bahwa "Fit hanya bersaudara berdua saja, laki-laki perempuan, ia yang kecil, ia yang paling dekat dengan ibunya, sejak kecil tidak ada berpisah. Ia adalah anak dari kakak istri saya yang berstatus lajang dan sehari-hari beraktifitas menjahit pakaian tanpahan di rumah. Kami mengetahui ia meninggal zuhur kemaren atas pemberitahuan pak Camat Canduang via telpon".

Fani, mahasiswa UNP semester 3 yang juga keluarga korban memaparkan kepada HN kronologi peristiwa naas itu. Fani mengatakan "bahwa sekitar pukul 11.00 Wib kak Fit turun ke Pancoran membawa se-ember piring dan pakaian kotor. sedangkan ibu dan bapaknya ke sawah yang terletak di seberang sungai itu".

"Sekitar pukul 12. 30 Wib. Tek Yenti mau pergi ke sawah seberang melalui pancoran itu. Beliau heran melihat pakaian tergantung dan piring yang sudah siap dicuci terletak begitu saja disana sedangkan kak Fit tidak keliatan. "kemana lah anak ni ha..." kata tek Yenti. Semakin dekat tek Yenti ke pancoran itu, semakin nampak terpampang di hadapannya sosok tubuh kak Fit yang tak berpakaian tertelungkup di Batu Takan tempat jatuhnya air. Kepalanya mengalirkan darah sedangkan sebelah tangannya ke punggung dan sebelah lagi terkulai. Darah itu dihanyutkan air pancoran ke sungai, sehingga warna airnya merah" kata Fani.

Fani melanjutkan " Tek Yenti takut mendekati kak Fit, ia lari ke sawah memberitahukan kepada ibu bapaknya bahwa kak Fit ditemukan terkulai di Batu Takan Pancoran, entah pingsan entah kenapa. Lalu kedua orang tuanya itu bergegas melihat kak Fit, sedangkan tek Yenti bersorak memanggil orang-orang meminta bantuan. Setelah dipasangi pakaian oleh orang tuanya, kak Fit di angkat oleh bapak-bapak ke rumah. Di rumah, keluarga menelpon pak Jorong, rupanya pak jorong memberi kabar juga pada pak Wali nagari, pak Walipun demikian juga beliau menelpon pak Camat Canduang. Sedangkan pak Camat Canduang memberitahukan juga pada Polisi Sektor IV Angkek Canduang, dan polisi juga membawa mobil ambulance dari Puskesmas" kata Fani panjang-lebar.

" Di badan kak Fit ditemukan luka memar di perut, punggung dan tengkuk. Kepala bagian belakangnya mengeluarkan darah seperti tertusuk benda tajam sedangkan jari manisnya luka. Kalung emas kak Fit seberat 5 emas beserta cincin seberat 2.5 emas dan juga subang sebelah, tidak ada lagi dibadannya. Diduga ia dirampas paksa oleh seseorang sehingga berakibat luka berdarah" ungkap Fani.

" Namun pada waktu itu kak Fit tidak jadi dibawa dengan ambulance ke Rumah Sakit YARSI, karena keluarga telah terlebih dahulu mendapat tawaran mobil L 300 dari tetangga. Setelah pemeriksaan, pukul 15.00 wib. lewat, kita sudah sampai lagi di rumah diiringi Tim Forensik POLRESTA Bukittingi dan Polsek IV Angkek Canduang. Mungkin ada 20 anggota polisi melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Siap Magrib baru Almarhumah selesai dimaqamkan di tanah yang tidak jauh di belakang rumah. Tadi malam juga banyak polisi datang kesini" pungkas Fani. | Fitrayadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Habib Riziq : MINANGKABAU BERSYARI'AH

Ju m`at, 22 Sya'ban 1435 H - 20 Juni 2014 Reporter : Andrial Putra BUKITTINGGI-Hawaaliy News, Kamis (20/06) Malam tadi FPI ( Front Pembela Islam) Sumatera Barat, Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Sumbar dan Front Masyarakat Minang (FMM) mengadakan Tabligh Akbar di Mesjid Agung Tangah Sawah Kota Bukittinggi. Tabligh Akhbar dengan tema "Menyambut Ramadhan Mewujudkan Minangkabau Bersyariah" dihadiri oleh masyarakat Minangkabau dari berbagai daerah dengan pemateri utama  Dr. Habib Muhammad Riziq Syihab imam besar Front Pembela Islam (FPI) Indonesia. Acara inti dimulai sekitar jam 20:45 WIB beberapa sa’at setelah kedatangan  Dr. Habib Riziq di Mesjid Agung Bukittinggi. Dalam penyampaiannya orang yang akrab dengan panggilan Habib Riziq ini mengemukan bahwa Minangkabau Bersyari'ah amat sangat relevan dengan cita-cita besar FPI dan ORMAS Islam lainya yang kedepannya menginginkan bukan hanya Minangkabau, tapi  terwujudnya Indonesia Bersyari'ah. Mendukung...

Diduga KAN Tandingan Akan Melengserkan KAN Yang Sah Nagari Bawan

AGAM.Ampek Nagari, Delik.14.com - Nagari Bawan,Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam Situasi saat ini memanas karena ada yang merencanakan, pelantikan Pengurus Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) Tandingan diduga ilegal  yang akan melengserkan Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) Bawan yang Sah,  yang sudah di Kukuhkan tepat nya tanggal 25 Januari 2023."Jum'at ( 14/4/23) Oleh karena itu seluruh Ninik Mamak Nagari Bawan yang tergabung kedalam Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) Bawan yang Sah, Beserta Anak kemanakan menolak keras terkait rencana bebera orang yang mengaku ninik mamak nagari bawan, yang akan membetuk KAN tandingan tersebut, dan di duga Ketua LKAAM Provinsi Sumatera Barat H.Fauzi Bahar mendukung kegiatan itu." Sesuai informasi yang di peroleh awak media dari Salah seorang Kemanakan Ninik Mamak Nagari Bawan, ia menyebutkan kegiatan pengukuhan kerapatan adat Nagari yang tidak mendapatkan izin kegiatan dari instansi terkait, akan dilaksanakan pada hari Jum'at 14 A...

TAHUN BARU MASYARAKAT BUKIK BATABUAH GORO MASAL

 Bukik Batabuah, Rabu 04/01/2012 Ahad (01/01) ratusan masyarakat kenagarian Bukik Batabuah kecamatan Canduang bergotong royong masal di komplek Masjid 'Ulya dusun Guguak Pili jorong Gobah.  Hal itu sekaitan dengan pembangunan fasilitas MCK dan persiapan Qhatam Qur'an. Hadir utusan dari tiap-tiap jorong yang terlibat aktif dalam pengecoran, walimurid beserta pemuda mempersiapkan dekorasi panggung dan umbul-umbul Perayaan Khatam Qur'an yang akan digelar pada hari Ahad (08/01) mendatang. Maldianto, ketua KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) saat ditemui wartawan menyampaikan bahwa lantai dasar bangunan itu bakal digunakan untuk fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang didanai dari DAK (dana alokasi khusus) SANIMAS (Sanitasi Berbasis Masyarakat) kementrian PU. Sedangkan lantai 2 akan digunakan sebagai ruangan pertemuan. Hal itu dibenarkan oleh Irawati, Fasilitator teknik SANIMAS diwilayah itu. Riki Emeldi Fasilitator pemberdayaan memaparkan bahwa kontrak fisik proyek i...